Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan negeri!
Setiap langkah kecil menuju ilmu adalah lompatan besar menuju cita-cita.

Translate

Penulisan di sebagai Kata Depan dan di- sebagai Awalan Menurut PUEBI




Penulisan 

di sebagai Kata Depan 

dan 

di- sebagai Awalan 

Menurut PUEBI






Bahasa Indonesia memiliki aturan penulisan yang jelas mengenai penggunaan di sebagai kata depan dan di- sebagai awalan. Meskipun tampak sederhana, kesalahan penulisan bentuk ini masih sering ditemukan, baik dalam media sosial, surat resmi, karya ilmiah, maupun publikasi daring. Pemahaman yang tepat terhadap kaidah ini penting untuk menjaga ketepatan dan kredibilitas tulisan.


Dasar Aturan Menurut PUEBI

Dalam Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI), terdapat perbedaan mendasar antara di sebagai kata depan dan di- sebagai awalan.


1. di sebagai Kata Depan

Jika di berfungsi sebagai kata depan yang menunjukkan tempat, lokasi, atau arah, penulisannya dipisah dari kata yang mengikutinya.


Rumus:

di + tempat/lokasi


Contoh Kata

  • di rumah
  • di sekolah
  • di kantor
  • di pasar
  • di Jakarta
  • di dalam
  • di luar


Contoh Kalimat

  • Buku itu tersimpan di lemari.
  • Para siswa sedang belajar di kelas.
  • Seminar akan diselenggarakan di Bandung.
  • Kucing itu bersembunyi di bawah meja.


Pada contoh-contoh tersebut, kata setelah di menunjukkan tempat atau lokasi sehingga penulisannya harus dipisah.



2. di- sebagai Awalan

Jika di- berfungsi sebagai awalan pembentuk verba pasif, penulisannya dirangkai dengan kata yang mengikutinya.


Rumus:

di- + kata kerja


Contoh Kata

  • ditulis
  • dibaca
  • dikerjakan
  • dipelajari
  • dibangun
  • diperbaiki


Contoh Kalimat

  • Artikel itu ditulis oleh seorang dosen.
  • Buku tersebut telah dibaca oleh banyak mahasiswa.
  • Jembatan baru sedang dibangun oleh pemerintah.
  • Tugas akhir harus dikerjakan secara mandiri.


Dalam contoh di atas, di- berfungsi sebagai imbuhan yang membentuk kalimat pasif, sehingga penulisannya harus dirangkai.






Cara Mudah Membedakan

Salah satu cara praktis untuk membedakan keduanya adalah dengan memperhatikan kata yang mengikutinya.


Jika menunjukkan tempat

Penulisannya dipisah.


Contoh:

  • di kampus
  • di perpustakaan
  • di ruang rapat


Jika menunjukkan tindakan pasif

Penulisannya dirangkai.


Contoh:

  • dipresentasikan
  • dijelaskan
  • dipublikasikan


Cara lain adalah dengan mengubah kalimat pasif menjadi aktif.


Contoh:

  • Makalah itu ditulis oleh mahasiswa.
  • Mahasiswa menulis makalah itu.


Karena dapat diubah menjadi bentuk aktif menulis, maka bentuk yang benar adalah ditulis (dirangkai).




Kesalahan yang Sering Terjadi

Berikut beberapa contoh kesalahan yang kerap ditemukan.


SalahBenar
dirumahdi rumah
disekolahdi sekolah
dikampusdi kampus
di tulisditulis
di bacadibaca
di kerjakandikerjakan


Kesalahan tersebut muncul karena penulis tidak membedakan fungsi di sebagai kata depan dan sebagai awalan.




Contoh Paragraf yang Memuat Keduanya

Pagi itu para peserta seminar berkumpul di auditorium universitas. Materi yang akan dibahas telah dipersiapkan beberapa minggu sebelumnya oleh panitia. Seluruh makalah yang akan dipresentasikan sudah dicetak dan dibagikan kepada peserta yang hadir di ruang registrasi. Setelah acara selesai, hasil diskusi akan diterbitkan dalam prosiding ilmiah dan dapat diakses oleh masyarakat di berbagai daerah.

Pada paragraf tersebut terdapat penggunaan kedua bentuk:


Kata depan (dipisah):

  • di auditorium
  • di ruang registrasi
  • di berbagai daerah


Awalan (dirangkai):

  • dipersiapkan
  • dicetak
  • diterbitkan




Penutup

Ketepatan penulisan di merupakan salah satu indikator penguasaan kaidah bahasa Indonesia yang baik. Secara sederhana, aturan ini dapat diringkas sebagai berikut:


  • di + tempat/lokasi → ditulis terpisah (di rumah, di kantor, di Jakarta).
  • di- + kata kerja pasif → ditulis serangkai (ditulis, dibaca, diperbaiki).


Dengan memahami perbedaan fungsi tersebut, penulis dapat menghindari kesalahan yang sering muncul dan menghasilkan tulisan yang lebih sesuai dengan kaidah PUEBI serta lebih profesional di mata pembaca.





Sumber:
Follow us: 



Tidak ada komentar:

Harap beri komentar yang positif. Oke boss.....

Diberdayakan oleh Blogger.