Pelajar hari ini adalah pemimpin masa depan negeri!
Setiap langkah kecil menuju ilmu adalah lompatan besar menuju cita-cita.

Paling banyak dibaca:

Dedi Mulyadi (KDM): Profil dan Perjalanan Hidupnya


https://basando.blogspot.com/


Dedi Mulyadi (KDM)


Dedi Mulyadi (KDM)
sumber: instagram





Dedi Mulyadi (lahir 11–12 April 1971), lebih dikenal dengan panggilan Kang Dedi Mulyadi atau KDM, adalah seorang politikus dan aktivis Indonesia yang menjabat sebagai Gubernur Jawa Barat Periode 2025–2030. Ia merupakan figur populer yang dikenal merakyat, tegas, sekaligus aktif dalam berbagai gerakan sosial dan budaya di masyarakat. (Wikipedia)



Asal Usul & Identitas

Dedi lahir di Desa Sukasari, Kabupaten Subang, Jawa Barat, sebagai anak bungsu dari sembilan bersaudara dalam keluarga sederhana. Ayahnya, Sahlin Ahmad Suryana, adalah mantan anggota Tentara Nasional Indonesia, dan ibunya, Kasiti, dikenal sebagai aktivis Palang Merah Indonesia. (FTNews)

Ia beragama Islam dan dikenal sebagai pribadi yang menjalankan ajaran agamanya secara rutin serta aktif dalam organisasi keagamaan sejak muda. (FTNews)



Pendidikan

Dedi menempuh pendidikan formal di Subang:

  • SD Subakti (lulus 1984)

  • SMP Kalijati (lulus 1987)

  • SMA Negeri Purwadadi (lulus 1990) (AAD Today)

Setelah itu ia melanjutkan ke Sekolah Tinggi Hukum Purnawarman Purwakarta, meraih gelar Sarjana Hukum (S.H.) pada tahun 1999. Semasa kuliah, ia aktif sebagai anggota dan pemimpin di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), sebuah organisasi mahasiswa besar di Indonesia. (Wikipedia)



Karier Politik & Jabatan Publik


Awal Karier Politik

Dedi memulai karier politiknya pada tahun 1999 sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Purwakarta. Dari sini kariernya terus berkembang naik secara konsisten. (AAD Today)


Wakil Bupati & Bupati Purwakarta

Pada usia 32 tahun, ia menjadi Wakil Bupati Purwakarta (2003–2008). Selanjutnya, ia terpilih menjadi Bupati Purwakarta dan menjabat selama dua periode berturut-turut (2008–2018). Selama menjabat, ia dikenal karena fokusnya pada pembangunan daerah, pengelolaan lingkungan, serta pelestarian budaya Sunda yang kuat. (Wikipedia)


Anggota DPR RI

Setelah masa jabatan bupati, Dedi Mulyadi terpilih menjadi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) periode 2019–2023 dari daerah pemilihan Jawa Barat VII. Ia aktif dalam berbagai kegiatan legislatif dan menyuarakan isu publik di tingkat nasional. (Wikipedia)


Gubernur Jawa Barat

Dalam Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2024, Dedi maju bersama calon wakilnya Erwan Setiawan dan berhasil memenangkan kontestasi tersebut. Ia resmi dilantik sebagai Gubernur Jawa Barat pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Republik Indonesia. (AAD Today)



Prestasi & Penghargaan

Selama kariernya, Dedi menerima beberapa penghargaan, termasuk Satyalancana Kebudayaan dari Presiden Republik Indonesia atas kontribusinya dalam pelestarian budaya nasional. (Wikipedia)

Selain itu, gaya kepemimpinannya yang khas — sering turun langsung ke masyarakat, blusukan untuk menangani masalah secara nyata — membuatnya menjadi figur yang dikenal luas di media dan sosial media. (Kompas Nasional)



Gaya Kepemimpinan & Citra Publik

Dedi Mulyadi dikenal sebagai pemimpin yang merakyat dan langsung bertindak. Ia kerap kali tampil dalam video atau unggahan di kanal resmi miliknya dengan bahasa yang lugas dan ekspresi emosional kuat, termasuk ketika menegur atau memotivasi masyarakat, sehingga banyak mendapat perhatian publik. (Kompas Nasional)

Gaya ini dipandang oleh pendukungnya sebagai simbol kerja nyata dan berani turun ke lapangan — sekaligus membentuk citra politik yang berbeda dibanding gaya birokratik tradisional. (Kompas Nasional)



Kehidupan Pribadi & Keluarga

Dedi pernah menikah dua kali. Pernikahan pertamanya dengan Sri Muliawati berbuah seorang anak bernama Maulana Akbar Ahmad Habibie, namun istrinya meninggal dunia saat anak masih kecil. Ia kemudian menikah dengan Anne Ratna Mustika, mantan Mojang Purwakarta, dan dari pernikahan ini dikaruniai dua anak: Yudistira Manunggaling Rahmaning Hurip dan Hyang Sukma Ayu. Mereka kemudian bercerai pada tahun 2023. (AAD Today)








Warisan Kepemimpinan & Pengaruh

Sebagai seorang gubernur, Dedi terus menonjolkan nilai-nilai kepemimpinan yang akar rumput, merakyat, dan tegas dalam memimpin Jawa Barat. Ia menjadi salah satu tokoh politik yang menarik perhatian publik dan media karena pendekatannya yang berbeda, serta diperbincangkan sebagai simbol perubahan gaya politik di Indonesia. (Kompas Nasional)



Penutup

Dedi Mulyadi atau KDM merupakan contoh politisi yang berkembang dari akar lokal menjadi pemimpin regional dengan pengaruh luas. Dengan perjalanan dari pengurus mahasiswa, legislator daerah, kepala daerah, legislator nasional, hingga Gubernur Jawa Barat, kisahnya mencerminkan dedikasi panjang dalam pelayanan kepada masyarakat Indonesia. (Wikipedia)



.




Sumber:



Tidak ada komentar:

Harap beri komentar yang positif. Oke boss.....

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.